Selasa, 29 Juli 2008

Malaikatkah yang berjubah putih dan berjubah coklat

Dalam ketidak berdayaan atas kuasa yang maha pengasih dan penyayang suatu hari di batas kemampuan fisik manusia dihadapkan dengan dua sosok yang berjubah putih dan berjubah coklat, tidak nampak jelas rupa muka yang nampak jelas jubah dan nada suara yang bisa dipahami dalam bahasa ibu, jubah putih bersuara halus dan mendu menanyakan siapa tuhanmu aku jawab lailahailallah dan jubah coklat tegas keras dan garang ucapkan lailahailallah dengan sertamerta menginjak kedua belah kakiku sehingga terhenyak jiwa terlepas dari raga, aku sempat melihat ragaku tertinggal terbaring di tempat tidur dan jiwa melayang di atasnya untuk masuk dalam suatu lingkaran berbentuk kapsul seukuran badanku yang menyala seperti lampu neon yang berputar kencang, saat bersentuhan seperti terasa tersengat listrik ribuan volt, raga/badanku terberak dan terkencing betapa hebatnya menahan rasa sakit yang tiada terkira, tetapi saat berhasil masuk dalam kapsul siap untuk terbang tiba-tida si jubah putih berseru "tungggu!", "belum saatnya, kembali!", maka tidak lama kedua berjubah dan kapsul sirna menghilang dan tak lama telingaku berdesing lambat laun mendengar hiruk pikuk sekeliling dan sadar apa yang sebenarnya telah terjadi

Tidak ada komentar:

Makna Hidup

Foto saya
Tangerang, Banten, Indonesia
Dengan kesibukan duniawiah sering terlupakan alam akhirat, darimana asal sedang dimana dan hendak kemana, sering kita abaikan persiapan hari depan akhirat bahkan sering ingin melupakannya sama sekali, padahal keduanya harus dipersiapkan baju kebaya dan baju kain kafan sama pentingnya, rumah tempat tinggal dan rumah tempat penguburan RIP sama harus dipersiapkan