Kamis, 19 Maret 2009

Alam akhirat kekal, dunia fana

Sering kali kita lupa pada kesenangan sementara di dunia fana, ber megah2 ber canda gurau, sepertinya takan berahir, bersedih hati ditinggal sahabat yang pergi ke alam baqa, tatkala ada di sia2 kan, tat kala tiada ada rasa merana, padahal sahabat telah terbebas dari belenggu dunia, siapa sangka kita kan binasa padahal alam tak kuasa, jangan pernah berputus asa karena semua kehendak yang kuasa, jangan ada rasa berdosa, lepaskan diri dari sok kuasa, tahan diri hingga puasa, sampai batas di pusara, abdikan diri se bisa2 agar dapat ridho yang kuasa, hingga badan tak berasa, jiwa kita tak merana karena dilindungi yang Maha Kuasa

1 komentar:

sakartulmaut sebuah ilusi pengalaman pribadi mengatakan...

Aku bisa bertahan tetapi anak isteri mana mungkin, takut akan azab yang Kuasa atau takut kelaparan, begitu pandainya saiton memperdaya umat SUNDA (Semua Umat Nabi Dari Adam), bagi yang korup sama dengan membawa bara api kepada keluarganya, panas akan membara dalam darah daging dan kalbunya, tetapi bagi yang lurus walaupun menanjak penuh rintangan tantangan, pasti ainul yaqin mendapat hak yang penuh kenikmatan

Makna Hidup

Foto saya
Tangerang, Banten, Indonesia
Dengan kesibukan duniawiah sering terlupakan alam akhirat, darimana asal sedang dimana dan hendak kemana, sering kita abaikan persiapan hari depan akhirat bahkan sering ingin melupakannya sama sekali, padahal keduanya harus dipersiapkan baju kebaya dan baju kain kafan sama pentingnya, rumah tempat tinggal dan rumah tempat penguburan RIP sama harus dipersiapkan